Posted by: marselazy | December 28, 2009

Tujuh Kabupaten Pemekaran Masuk Kawasan Konservasi

ujuh kabupaten pemekaran di daerah Pegunungan Tengah, Papua, berada dalam areal kawasan hutan konservasi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Marthen Kayoi mengungkapkan di Jayapura, Jumat, keberadaan kabupatan pemekaran di Papua adalah kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa diprotes.

Namun demikian, dampak dari lokasi kabupaten yang berada di dalam areal hutan konservasi itu adalah kawasan konservasi harus dikonversi untuk perluasan wilayahnya.

“Pemekaran wilayah tentu butuh ruang, dan ruang di Papua adalah hutan,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, kata Marthen Kayoi, yang harus dilakukan adalah semua pihak terkait harus duduk bersama membahas masalah tata ruang yang akan dibutuhkan serta membangun program dan kegiatan yang sinergis dalam situasi seperti ini.

Langkah seperti ini, kata Marthen menambahkan, supaya jangan sampai terjadi suatu kondisi dimana salah satu pihak hanya merasakan keuntungan pemanfaatan hutan saja, tetapi juga sama-sama menanggung dan meminimalisasi kerugian.

Data Dinas Kehutanan Provinsi Papua, dari 31,5 juta hektare hutan di Papua, tinggal sekitar 23-24 juta hektar yang masih bertahan hingga sekarang.

“Yang jadi pertanyaan, apakah sisa hutan itu akan tetap bertahan sampai kiamat atau dalam kurun waktu sepuluh tahun kemudian kembali akan berkurang. Ini tantangan berat bagi kita semua,” papar Marthen Kayoi.

Sumber : daerah otonom


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: