Posted by: marselazy | December 28, 2009

Teknik Menanam Mangrove Pada Tanah Tergenang

Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 9,2 juta hektar. Hutan mangrove Indonesia itu tercatat sebagai yang terluas di Asia Tenggara. Dari jumlah tersebut seluas 3,7 juta hektar berada dalam kawasan hutan, sedangkan yang berada di luar kawasan hutan mencapai 5,5 juta hektar.

Wilayah Indonesia yang berpulau-pulau dengan panjang garis pantai sekitar 95.181 km, memang merupakan habitat yang cocok untuk tumbuhnya mangrove.

Namun, hutan mangrove di Indonesia kini telah banyak mengalami degradasi, bahkan deforestasi akibat kegiatan penebangan secara berlebihan, pencemaran, bencana alam, dan kegiatan konversi hutan mangrove.

Salah satu bentuk konversi hutan mangrove tersebut adalah dialihfungsikannya mangrove menjadi tambak yang dilakukan oleh petani, baik oleh petani tambak secara individu atau kelompok maupun oleh pengusaha tambak udang dan bandeng.

Saat ini di Indonesia cukup banyak tambak ditelantarkan dengan berbagai alasan, antara lain munculnya tanah “sulfat masam”, terjadinya pencemaran air, terjadinya penurunan atau penaikan rejim salinitas air secara drastis, serta permasalahan terkait dengan status kepemilikan lahan.

Pada sejumlah lokasi seperti di daerah pesisir Angke Kapuk DKI Jakarta, yakni di sepanjang kiri ? kanan Jalan Tol Sedyatmo, umumnya didominasi oleh tambak-tambak dengan kedalaman air sekitar dua hingga tiga meter karena permukaan air tambak sudah berada di bawah tinggi permukaan air laut akibat tanah di daerah pesisir tersebut mengalami penurunan (land subsidience).

Terendamnya permukaan tanah oleh kolam air yang dalam bukan hanya terjadi pada tambak-tambak saja, tetapi juga pada daerah-daerah cekungan sepanjang pinggir sungai dan kubangan-kubangan air yang terdapat di areal yang mengalami deforestasi cukup berat.

Dalamnya kolam air tersebut merupakan kendala bagi rehabilitasi lahan melalui upaya penanaman mangrove karena anakan jenis mangrove yang ditanam tidak dapat hidup kalau secara permanen terendam air tanpa adanya proses penggenangan pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut.

Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana tehnik melakukan penanaman mangrove pada areal tanah yang tergenang air yang dalam, dengan pengaruh pasang surut air laut yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sejak tahun 1997 penulis bersama sejumlah rekan peneliti telah merintis kegiatan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan suatu tehnik penanaman mangrove pada tanah yang tergenang air dengan kedalaman lebih dari satu meter. Penelitian ini merupakan kerjasama dengan Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

Hasil penelitian pada tahun 1997 mengenai spesies mangrove di daerah pesisir Angke Kapuk. Hasilnya adalah diperoleh jenis-jenis tanaman mangrove yang cocok tumbuh di beberapa kondisi tanah, yaitu jenis api-api tumbuh baik pada tanah berkisar lempung berliat sampai liat berdebu dengan sainitas lebih besar dari 30 ppt, dan “Rhizophora mucronata” dan “R. apiclata” yang tumbuh baik pada tekstur tanah lumpur liat berdebu dengan salinitas 20 sampai 30 ppt.

Pada 1998 tim peneliti yang sama melakukan penelitian mengenai pengaruh media tanah mineral yang disiram dengan air masin dua kali sehari terhadap pertumbuhan semai “Avicennia” dan “R. mucronata”. Hasilnya bahwa jenis-jenis mangrove tersebut dapat tumbuh secara baik.

Tim yang sama melakukan penelitian lanjutan pada tahun 1999, yang hasilnya bahwa keberadaan mangrove di daerah pesisir Angke Kapuk dapat memberikan “coefficient drug” terhadap gelombang pasang yang datang, sehingga energi gelombang tersebut berkurang setelah melewati tegakan mangrove.

Sumber : daerah pertanian


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: