Posted by: marselazy | December 28, 2009

Maluku “Berbenah Diri” Wujudkan Swasembada Beras

Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku kini “berbenah diri” untuk mewujudkan program swasembada beras agar mampu menyangga kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami melalui dinas teknis sedang berupaya membangun berbagai infrastruktur agar program swasembada beras dengan sentra produksinya di Buru terealisasi sehingga tidak tergantung pasokan dari Makassar (Sulsel) atau Surabaya (Jatim),” kata Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Sabtu.

Dia mengakui pembangunan infrastruktur merupakan salah satu terobosan untuk mendukung peningkatan produksi.

“Jadi dibangun irigasi, saluran primer dan tertier serta pengadaan alat saprodi, pupuk, dan traktor tangan yang langsung bisa dijangkau para petani di sentra produksi,” kata Gubernur.

Dia mengatakan, Pemprov Maluku dan Pemkab Buru telah berkoordinasi agar program swasembada beras itu dikelola bersama.

“Kami bisa memanfaatkan dana APBN melalui dinas PU dan Pertanian untuk merealisasi program tersebut,” ujar Gubernur.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Buru, Machmud Tan, mengatakan, para petani di sana masih kekurangan 700 unit traktor tangan untuk pengolahan 5.453 hektare sawah di dataran Waeapo.

Para petani di dataran Waeapo yang merupakan transmigran dari pulau Jawa itu membutuhkan 1.000 unit traktor tangan untuk pengolahan 5.453 hektare sawah dan saat ini baru tersedia 300 unit.

“Jadi kekurangan 700 unit itu berdasarkan koordinasi dengan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, dan Wagub, Said Assegaff direkomendasikan ke Bank Indonesia untuk memanfaatkan program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) pada 2010 untuk pengadaan 450 unit traktor tangan,” ujar Mahmud.

Dia mengatakan, pengembangan sawah di Buru diprogramkan seluas 10 ribu hektare pada 2010, hanya masalah traktor tangan untuk penerapan mekanisasi guna mendorong peningkatan produksi itu harus diatasi.

“Kami juga telah meminta dukungan dari Pemprov Maluku soal kesulitan lain seperti sarana/ prasarana irigasi, jalan-jalan usaha tani serta mesin perontok dan pengering gabah juga telah disampaikan ke Pemprov Maluku,” kata Machmud.

Sumber : otonomi daerah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: