Posted by: marselazy | December 28, 2009

Bulan Menanam Sebaiknya Prioritas Kembangkan Cendana

Masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk memanfaatkan bulan Desember sebagai bulan menanam dengan mengembangkan tanaman cendana karena memiliki prospek ekonomi yang baik di era pasar global bagi kesejahteraan keluarga.

“Momentum bulan menanam sebaiknya dimanfaatkan untuk menanam anakan cendana karena selain merupakan salah satu program prioritas pemerintah NTT, juga memiliki nilai ekonomis jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT, Joseph Diaz, di Kupang, Sabtu.

Diaz menyebut cendana atau santalum album merupakan komoditi andalan NTT sejak beberapa abad yang lalu dan diperdagangkan sejak abad III dan terus berlanjut pada zaman Portugis, Belanda, sampai saat ini,” katanya.

Karena itu, masyarakat NTT sebaiknya tidak hanya fokus menyiapkan lahan untuk menanam jagung dan padi atau tanaman palawija lainnya serta tanaman produktif lainnya, tetapi juga menyediakan waktu dan lahan untuk menanam anakan cendana.

Menurut dia, walaupun beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Hawai, Kaledonia, dan Papua Nugini juga memproduksi cendana, tetapi hanya India yang merupakan pesaing cendana harum asal NTT karena memiliki kesamaan spesies.

Karena itu, Pemerintah NTT saat ini kembali memprogramkan pengembangan cendana yang telah teruji keunggulannya dalam menopang pembangunan ekonomi NTT, sekaligus mengembalikan peran komoditi cendana sebagai kebanggaan daerah.

“Buktinya, Universitas Negeri satu-satunya di NTT diberi nama Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) dan kompleks Cendana di Jakarta yang terkenal sejak zaman Orde Baru hingga saat ini dan masih banyak bukti lainnya,” katanya.

Ia mengakui kendala keterbatasan sumber daya manusia dan sumber dana yang dihadapi dalam upaya pengembangan potensi yang ada di NTT seperti cendana termasuk tanaman jarak, rumput laut, peternakan dan potensi lainnya, namun tidak berarti tidak ada perjuangan untuk ke luar dari kesulitan itu.

Mantan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup NTT ini mengatakan, pemerintah telah memberi ruang yang cukup kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengembangkan potensi cendana secara swadaya dan mandiri, serta mengambil manfaat ekonomis dengan prosentase keuntungan yang lebih besar.

“Sudah ada peraturan daerah (Perda) pembagian hasil keuntungan dari cendana yaitu 60 persen untuk petani dan 30 persen untuk kas daerah. Namun peluang itu kurang dimanfaatkan petani,” katanya.

Dalam waktu lima tahun ke depan, katanya, terhitung tahun 2009-2013, Pemprov NTT akan mengembangkan 4.750 ribu anakan cendana di atas lahan seluas 3.500 hektar pada daerah-daerah endemik cendana.

“Daerah-daerah endemik cendana di NTT tersebar di Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Lomblen, Pulau Solor, Pulau Adonara, Pulau Timor dan Pulau Sumba,” katanya.

Dikatakan, dari total 4,7 juta lebih itu, tahun 2009 dialokasikan pengembangan 750 ribu anakan cendana dan tahun 2010-2013 sebanyak satu juta anakan cendana setiap tahunnya. Sedangkan sisanya sekitar 521.600 anakan diharapkan partisipasi lembaga pemerintah lain, lembaga swasta, dunia usaha serta swadaya masyarakat peduli cendana.

“Target penyiapan bibit dan target penanaman untuk cendana 2010-2013 sebanyak empat juta dengan rincian setiap tahun satu juta anakan cendana harus ditanam selama empat tahun tersebut,” katanya.

“Untuk satu juta anakan tersebut target penyiapan anakan dan penanaman cendana sebanyak 543.500 per tahun yang dibiayai dari APBD I dan ditanam di atas lahan seluas 855 ha lahan masyarakat, dunia usaha dan kawasan hutan yang tersebar di tujuh kabupaten,” katanya menambahkan.

Sedangkan sisanya 456.500, kata Gubernur Lebu Raya, diharapkan partisipasi lembaga pemerintah lainnya lembaga swasta, dunia usaha serta swadaya masyarakat peduli cendana.

Sebelumnya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 28 November 2008 sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Penetapan tersebut dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia.

Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai awal dimulainya penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan menanam pohon tersebut dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember, sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.

Penetapan tersebut juga merupakan upaya melakukan kesinambungan terhadap kegiatan pencanangan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor tanggal 28 Nopember 2007, yang merupakan awal dimulainya kegiatan menanam selama bulan Desember 2007 sebagai Bulan Menanam Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan momentum strategis bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan akibat kelalaian manusia.

Sumber : daerah irigasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: