Posted by: marselazy | December 1, 2009

Tentang Kota Semarang

“Semarang kaline banjir, jo sumelang yen dipikir”. Sepenggal bait lagu yang dinyanyikan oleh Waljinah tersebut, memberi gambaran yang akurat tentang satu sisi dari kondisi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.

Nyaman memang mendengar lagu itu dilantunkan merdu oleh Waljinah, tapi banjir bagi warga Semarang menjadi “tamu tahunan” menakutkan yang selalu menghantui dan menyirnakan kenyamanan.

Setiap memasuki musim penghujan, sungai seolah berubah peran menjadi antagonis yang airnya siap merendam permukiman dengan tanpa mengenal waktu.

Polanya nyaris sama setiap tahun, hujan datang, sungai banjir, dan akhirnya meluap kemudian merendam permukiman warga. ..

Baca Selanjutnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: