Posted by: marselazy | December 1, 2009

Produk Pasar Indonesia, Sayur Semak Belukar

Pasar sayuran-sayuran di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng), terlihat tampil beda bila dibandingkan dengan pasar sayuran di daerah lain, karena di lokasi pasar kota ini diwarnai sayuran yang berasal dari tumbuh-tumbuhan semak belukar dan hutan.

Menurut pedagang sayuran di bilangan Pasar Pagi Palangkaraya, banyaknya sayuran semak belukar dan hutan karena kebiasaan warga setempat mengkonsumsi sayuran demikian, sehingga permintaan akan sayuran itu tak kalah banyaknya dibandingkan sayuran budidaya.

Selain itu, kata pedagang, ada kecenderungan masyarakat sekarang berpaling ke jenis sayuran alam atau sayuran organik, yang bebas dari kandungan bahan kimia, seperti pestisida, pupuk kimia, obat perangsang, dan pengawet.

Sayuran organik ini kini dipercayai sebagai makanan yang menyehatkan, bahkan beberapa diantaranya dipercaya lagi sebagai obat bagi penderita berbagai penyakit.

Dengan banyaknya permintaan tersebut mengakibatkan sayuran berasal dari alam itu relatif mahal dan sebanding dengan sayuran budidaya yang disebut sebagai sayuran non organik.

Jenis sayuran yang berasal dari alam dan banyak dipajang oleh pedagang di bilangan Kota Palangkaraya tersebut, seperti tumbuhan rotan hutan, seperti umbut walatung, umbut paikat, umbut manau, serta umbut singkah.

Kemudian juga banyak dijual, beberapa jenis tanaman pakis hutan, seperti paku, piai, kalakai, umbut bakung, daun akar telunjuk langit, serta sawi hutan, serta pare hutan.

Harga sayuran organik ini cukup bervariasi Seperti umbut rotan singkah atau umbut walatung dan umbut rotan paikat seharga Rp5.000, – per ikan ukuran kecil.

Menurut beberapa pembeli, umbut rotan ini ada yang dimasak dengan direbus begitu saja kemudian dimakan dengan dicampur sambal, tapi ada pula yang dibuat sayur asam.

Sementara daun pakis hutan (paku durian) rp2.500,- per ikat, daun kalakai Rp1.500,- per ikat, daun telunjuk langit Rp2.500,- per ikat, daun sawi hutan Rp2.000,- per ikat.

Sawi hutan ini tanaman lebih kecil dibandingkan sawi budidaya, daunnya pun bulat-bulat kecil seperti uang recehan, dan kebanyakan sayuran ini ditumis. ..

Baca Selanjutnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: