Posted by: marselazy | December 1, 2009

daerah,wisata daerah,berita daerah,daerah indonesia,daerah industri,daerah irigasi,daerah kota,daerah otonom,daerah pariwisata,daerah pertambangan,daerah pertanian,daerah wisata,ekonomi daerah,investasi daerah,kekayaan daerah,kemandirian daerah,lagu daerah,luas daerah,otonomi daerah,pasar daerah

Pemerintah menetapkan harga listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) maksimal sebesar 9,7 sen dolar AS per kWh.

Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen ESDM J Purwono di sela pertemuan dengan delegasi Belanda di Jakarta, Selasa mengatakan, harga tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM yang akan keluar dalam waktu dekat.

“Kami berharap dengan adanya kepastian harga ini maka bisnis panas bumi yang memiliki potensi cukup besar, akan lebih berkembang lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut dia, ketentuan harga panas bumi tersebut akan berupa peraturan pemerintah (PP). Namun, akhirnya pemerintah menyepakati berbentuk permen saja.

Ia mengatakan, harga maksimal 9,7 sen dolar AS per kWh merupakan usulan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) yang berpengalaman di sektor energi terbarukan tersebut.

“Harga riilnya tergantung hasil lelang atau negosiasi antara produsen panas bumi dengan konsumen yakni PLN,” ujarnya.

Bagi negara, lanjutnya, harga tersebut menguntungkan karena baru berlaku saat pembangkit listrik panas bumi beroperasi dalam 4-5 tahun mendatang.

Purwono juga menambahkan, harga patokan tersebut tidak berlaku pada pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi.

Baca Selanjutnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: