Posted by: marselazy | November 24, 2009

Wisata Belut di Kolam Waiselaka, Desa Waai, Maluku

Beberapa tahun yang lalu, desa waai sunyi sepi tidak ada tanda – tanda kehidupan akibat konflik pada saat itu. Banyak rumah dan bangunan yang terbakar dan menjadi rata dengan tanah. Setelah bergantinya tahun demi tahun sekitar tahun  2003, desa waai sudah mulai terlihat tanda – tanda kehidupan. Banyaknya rumah dan bangunan sudah mulai di bangun di daerah tersebut.

Bisa dibayangkan apabila Desa Waai tidak mengalami perubahan, bagaimana dengan potensi alam yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata yang terdapat di Desa Waai. Potensi wisata yang berada di Desa Waai, yaitu Kali Waiselaka berupa kolam yang dihuni oleh ratusan belut. Belut yang ada merupakan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Dalam bahasa Maluku, belut disebut sebagai Morea. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke desa Waai kurang lebih 28 KM dari kota Ambon dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua

Jika kita melihat kolamnya, sekilas hanya kolam biasa, tapi yang menjadi begitu istimewa adalah di dasar kolam dibalik bebatuan terdapat belut yang panjangnya lebih dari 1,5 meter, serta lebarnya menyerupai batang pohon kelapa. Hanya ada satu orang yang dapat memancing belut agar mau keluar dari permukaan yaitu bernama Bapak Markus Bakarbesi. Beliau memancing belut dengan menggunakan umpan telur.

Read More


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: