Posted by: marselazy | November 24, 2009

Konstruksi Rumah Bambu Meminimalisir Dampak Gempa

Masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disarankan untuk membudayakan bahan bangunan lokal seperti bambu dan lontar untuk membangun rumah bambu, karena dapat meminimalisir dampak gempa.

Konstruksi bangunan dengan bahan lokal seperti bambu lebih dianjurkan kepada warga yang tinggal dan menetap di daerah-daerah yang merupakan jalur gempa bumi tektonik, seperti Pulau Flores, Lembata, Sumba dan Alor, kata ahli rancang bangunan tahan gempa NTT, Ir Piet Djami Rebo, M.Si, di Kupang, Minggu.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT ini mengatakan, NTT termasuk salah satu daerah yang merupakan jalur gempa, sehingga konstruksi rumah yang cocok untuk daerah ini adalah rumah bambu, alang-alang atau lontar.

“Setelah melakukan penelitian secara cermat dan melakukan seminar konstruksi tahan gempa di berbagai tempat, rumah bambu cocok untuk dibudidayakan di NTT, karena bahan lokal seperti bambu cukup tersedia hampir di seluruh wilayah kepulauan ini,” katanya.

Read More


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: